![]() |
sumber: newsharianjogja |
senja itu warnanya
samar
dan sekawanan lalat
mengerumuni
seonggok bungkus nasi
di sudut trotoar
kau masih menebar
kedamaian
ketika di bawah
keindahan
pendar lampu-lampu di
ujung senja
kita langitkan doa buka
bersama
lalu tiba-tiba segala
berubah
manakala segerombolan lalat
datang dari entah
membuka kenangan luka
di kota yang sama
kau tertawa lebar
melihat empat belas
mobil dibakar
kau berjingkrak
di-kudang sajak
dan aku,
sebait puisi yang pernah
dipaksa bungkam
sebelum mei tanggal dua
puluh satu
pada dua puluh satu
tahun silam
aku, sehimpun
abjad-abjad yang akan setia mengingatnya
__
2019 05 22
Heru Sang Mahadewa
#RWCODOP2019
#Day16
#OneDayOnePost
Perjuangan lewat goresan aksara. Semoga mampu menyentuh setiap hati pembacanya
BalasHapusSuka... Keren
BalasHapusTragedi 21 Mei 98 emang ngeri..semua gerakan sampai turun ke jalan
BalasHapus