Rabu, 31 Januari 2018

AIRLANGGA



Wora Wari!
menjangan bidikanku
kaupunya pasukan sepuluh seribu
kubangun seratus ribu

siksamu menjelma Wisnu dalam getihku
beranak pinak kedigdayaan

Wora Wari!
Kahuripan mengerang
tak lagi menahan diri
menagih nyawa yang kauhutang 

Wora Wari!
menjangan bidikanku
kulihat mendung di langit Lwaram
lambang mahapralaya kelam

ajalmu tiada lagi bisa ditunda
di tangan sang putra Udayana
.
.
12:10
2018 01 26
Kahuripan
Heru Sang Mahadewa

(sajak Airlangga kepada Aji Wora Wari dalam novel Airlangga Jumeneng Nata – Heru Sang Amurwabhumi)

Sumber foto: flickr.com
Catatan:
Aji (baginda) Wora-wari adalah penguasa Lwaram (Ngloram, Blora, Jawa Tengah sekarang) yang membunuh Dharmawangsa Teguh, raja terakhir Medang beserta pramesywari dan seluruh keluarganya.

Mahapralaya ini terjadi pada malam pernikahan Airlangga dengan Dyah Sri Laksmi, sekar kedhaton Medang, putri semata wayang Dharmawangsa Teguh, sekaligus menandai runtuhnya kerajaan yang dibangun oleh Mpu Sindok itu.

Airlangga berhasil meloloskan diri bersama Dyah Sri Laksmi setelah diselamatkan abdi kinasihnya; Narottama dan seorang prajurit sandibhaya Medang bernama Ken Bayan.

Dari puing-puing kedhaton Medang (Maospati, Magetan atau Megaluh, Jombang?), pelarian Airlangga dan Dyah Sri Laksmi dimulai.

Related Posts:

  • KISAH BERDEBU pixabay.com terdiam, mengenang, pelahan bimbang mengais remahan kisah lama yang tiada bisa kutulis ulang sinopsisnya bagai mencekat aksara cerita apalagi yang hendak kucipta jika pasir di tepi samudera dan riak o… Read More
  • JANTURAN ASTINA Sebuah kisah yang dibawakan dalam pagelaran wayang kulit, tak jauh beda dengan tulisan. Ada karakter tokoh, alur cerita, konflik dan pendeskripsian suasana. Salah satu bagian yang tak terpisahkan dari pementasan w… Read More
  • KAMIS, MALAM, BERGERIMIS! Kamis, malam, bergerimis ...Tak bisa lagi kubacaDengan kasat mataKemana engkau pergi mengembaraLantas menorehkan jejak lukaNyaris di setiap helai sukmaLalu, di setiap piluTak mampu lagi menebar senduPun saat nadi berdiam … Read More
  • LANGGAM ASMARADAHANA Juni; malam kedua Tak lagi bersama Ia bersajak tanpa suara : langgam asmaradahana Malam; tersungkur Enggan beranjak tidur RisauRindu membaur : lebur Malam; bermurung Bagai menahan tatu di punggung Ri… Read More
  • HILANG Oleh: Heru Sang Mahadewa Kupanggil kalian, tiada jawaban! Barangkali tak mendengar, kuulang dengan bibir bergetar. Barangkali bersembunyi, mengajakku bermain-main lagi. Kucari kalian, hanya ada kesunyian! … Read More

0 komentar:

Posting Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *