Rabu, 04 Januari 2017

MENYUSURI JEJAK SEJARAH MAJAPAHIT (Part 4)


Surya Majapahit - image google


Tidak kuat dengan aura mistis yang terasa sangat tidak bersahabat dari komplek makam Putri Campa, buru-buru saya melanjutkan perjalanan ke arah selatan.

Desa Sentonorejo, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto yang menjadi tujuan selanjutnya. Jaraknya tidak jauh, hanya sekitar satu kilometer dari kolam Segaran dan candi Menak Jinggo.

Sebelum sampai di situs-situs sektor Kedaton, saya menyempatkan mampir ke sebuah warung makan. Jagoan saya sudah tidak kuat menahan lapar. Menu Sate Gule Kambing menjadi favorit anak saya.

Setengah jam kemudian, setelah tenaga kembali pulih, saya kembali melanjutkan penjelajahan jejak kerajaan Majapahit.

Seperti halnya desa-desa yang lain, sektor Kedaton juga menyimpan banyak situs-situs sejarah bekas kejayaan Wilwatikta.

SITUS LANTAI SEGI ENAM

Situs Lantai Segi Enam

Terletak di dusun Kedaton, desa Sentonorejo, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto.

Situs ini berupa dinding kuno dan lantai ubin berbentuk segi enam dengan berbagai ukuran dan hiasan. Kemungkinan besar, tempat itu adalah bekas rumah seorang punggawa besar kerajaan Majapahit.

Terkesan unik, karena sebelumnya belum pernah ditemukan bentuk ubin segi enam dalam penggalian-penggalian situs di Trowulan.

Berpose di situs Lantai  Segi Enam

Tidak banyak informasi yang bisa saya gali dari situs lantai segi enam, selain areanya tidak begitu luas, peninggalan purbakala itu juga hanya berupa hamparan ubin dan bekas dinding kuno berbahan batu bata merah.

CANDI KEDATON DAN SUMUR UPAS

Kevin di reruntuhan komplek Candi Kedaton

Masih terletak di dusun Kedaton, desa Sentonorejo, kabupaten Mojokerto. Hanya berjarak sekitar 20 meter dari situs lantai segi enam.

Merupakan sebuah komplek bangunan besar dan luas dengan banyak ruangan yang tersekat-sekat. Tepat di tengah-tengah situs, terdapat sebuah sumur kuno yang dinamakan sumur upas ( sumur racun). Candi kedaton sendiri berada di sudut kompleks. Kondisinya masih kokoh meski hanya tinggal pondasi.

Masyarakat setempat mempercayai bahwa sumur upas merupakan lorong rahasia yang menghubungkan Majapahit dengan sebuah tempat di pesisir laut selatan (Samudera Indonesia). 

Candi Kedaton yang hanya tinggal pondasi

Pada salah satu sudut komplek, terdapat ruangan tersembunyi seperti gua buatan. Kemungkinan besar digunakan sebagai tempat tapa brata (meditasi).

Jika ditilik dari nama tempat candi itu berada, yaitu dusun Kedaton yang berasal dari kata kedatuan (keraton), bisa jadi situs itu merupakan bekas salah satu bangunan di komplek istana Majapahit.

Diperkirakan juga situs ini adalah bekas sebuah gedung multifungsi, mengingat banyaknya ruangan di dalamnya. Atau bisa juga dulunya rumah seorang pembesar kerajaan Majapahit.

Candi Kedaton dan Sumur Upas memang masih menyisakan tanda tanya besar bagi para arkeolog. Sampai sekarang proses penggaliannya masih terus berlanjut. Semakin digali, situs itu justru menunjukkan bentuk struktur bangunan semakian dalam ke bawah.

Yang menarik lagi, untuk memasuki Candi Kedaton dan Sumur Upas, kita  tidak dipungut biaya. Benar-benar gratis.

 BERSAMBUNG

Heru Sang Mahadewa
Member of #OneDayOnePost

0 komentar:

Posting Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *