![]() |
Dokumen Pribadi |
Masih ada yang tersisa dari libur panjang akhir pekan saya
kemarin, ketika saya menikmati perayaan Hari Raya Idul Adha di tanah kelahiran.
Nganjuk, sebuah kota kecil di belahan barat provinsi Jawa
Timur, selain menjadi sentra penghasil bawang merah, juga dikenal sebagai Kota
Seribu Jaranan (Kuda Lumping). Tak
terhitung berapa ribu jumlah grup kesenian itu bertebaran di seluruh desa di
Nganjuk.
Sehari sebelum jatuh Hari Raya Idul Adha 1437 H, di kampung
halaman saya di adakan kirab seni dan budaya untuk menyambutnya. Pawai keliling
Jaranan dan Tari Reog.
Bangga dan salut!
Ketika era teknologi sudah merongrong sebagian besar moral
dan perilaku generasi penerus, justru jauh di pelosok desa masih ada anak-anak
muda yang peduli dengan kesenian bangsanya.
Ya, para personil dari grup jaranan, mulai penabuh gamelan,
penari kuda lumping, bujang ganong dan barongan hampir semuanya adalah para
pemuda.
Tema yang mereka usung pun luar biasa. Sambut Idul Adha
dengan Keindahan Seni dan Budaya.
Meski acaranya di kemas dengan sederhana, tetapi pawai hari
itu mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat yang melihatnya. Di
sepanjang jalanan yang dilalui kirab, tak henti-hentinya mereka mendapat aplaus
dan simpati.
Beginilah kalau hari besar keagamaan disambut dengan nuansa
damai dan bersahabat. Tidak dengan cara intimidasi dan aksi turun ke jalan
sambil meneriakkan kalimat Takbir yang “salah tempat”. Seperti yang biasanya
dilakukan sebuah ormas garis keras.
Syah-syah saja sih cara mereka. Aksi Jihad yang mereka
lakukan juga tidak salah.
Namun, saya pribadi justru lebih menyukai aksi yang
dilakukan anak muda Suko Budoyo (nama
grup Jaranan yang mengikuti kirab) dalam menyambut hari besar agama Islam.
Agama yang damai dan senantiasa mengedepankan ajaran cinta sesama.
Meminjam ucapan Babe (Ridwan
Saidi, Budayawan Betawi), masih banyak jalan menuju surga dengan cara yang
indah. Melalui sastra, seni dan budaya.
Daripada memilih jalan ke surga dengan perbuatan anarkis, sweeping
sana sini mengobrak-abrik warung makan, lokalisasi, dll.
![]() |
Dokumen Pribadi |
![]() |
Dokumen Pribadi |
Surabaya, 13 September 2016
-
Heru
Sang Mahadewa
Member
of #OneDayOnePost
Kereeen
BalasHapushehe .. puolll
BalasHapusHeeh mantep kui
BalasHapusHeeh mantep kui
BalasHapusMatur suwun mbkyu
HapusMas heruu, saya juga suka liat pawai kebudayaan gini... Gumunan, hhii
BalasHapushahaha ..
Hapussering2 nonton mbk Ci, biar gk gumun :)
seru kayaknya mas mas....
BalasHapusiya, seru banget mas
Hapus