Sabtu, 19 November 2016

DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT (2)



foto: www.szaktudas.com


Ngeri, miris dan pasrah. Begitulah ekspresi saya begitu mengetahui hasil drawing babak penyisihan grup Piala AFF 2016.

Bagaimana tidak runtuh hati ini, jika kita yang barus saja bebas dari sanksi banned Football Internationale Federation and Asociation (FIFA), dengan persiapan yang sangat mepet harus berada satu grup dengan Thailand, Singapura, dan tuan rumah Philipina.

Tiga negara yang kekuatan sepakbolanya sedang On Fire dan siap menyulitkan langkah kita untuk mengembalikan nama baik dan harga diri sebagai negeri yang baru terbebas dari sanksi.

Bagaimana kondisi Indonesia dan negara-negara pesaing itu? Inilah gambaran kekuatan para kontestan grup A Piala AFF 2016:

PHILIPINA
Negeri yang menjadi basis bajak laut di perairan laut Sulu (Philipina) ini selama empat helatan terakhir ajang turnamen paling beregengsi antar negara ASEAN melejit bak roket. Mengusung aroma naturalisasi pemain hampir di semua lini, mereka menjelma menjadi kekuatan baru di Asia Tenggara.

Timnas Philipina - foto juara.net

The Azkals (julukan timnas Philipina) sukses menembus babak semifinal selama tiga kali berturut-turut sejak tahun 2010, 2012, dan 2014. Patut membuat nyali kita menciut.

SINGAPURA
Negeri pulau yang menjadi pelopor pemutihan kewarganegaraan pemain asing (naturalisasi) ini telah menjuarai Piala AFF sebanyak 4 kali. The Lion sukses menjadi jawara ASEAN pada tahun 1998, 2004, 2007, dan 2012.

Timnas Singapura - foto vivanews.com

Cara instan mendongkrak prestasi dengan program naturalisasi membuat koleksi gelar juara Singapura adalah yang terbanyak di antara negara-negara yang pernah menjuarai Piala AFF. Rekor ini hanya mampu disamai Thailand, kompetitor kita di grup A juga.

THAILAND
Prestasi dan sepak terjang negeri Gajah Putih ini sudah tidak diragukan lagi. Selama gelaran Piala AFF, The War Elephant (julukan timnas Thailand) telah mampu menjuarai sebanyak 4 kali, yaitu tahun 1996 ketika pertama kali turnamen ini diluncurkan (ketika itu masih bernama Piala Tiger), lalu tahun 2000, 2002 dan terakhir 2014.

Timnas Thailand - foto sportanews.com
 
Bukan hanya itu, Thailand tahun ini juga sukses lolos ke putaran penyisihan kualifikasi Piala Piala Dunia 2018 zona Asia. Negeri Gajah Putih itu bahkan mampu menahan The Socceroos Australia yang banyak dihuni pemain bintang di English Premier League dengan skor 2 – 2.

Inilah kekuatan paling menakutkan bagi kontestan lain di grup A.

INDONESIA
Banyak yang menyebutnya sebagai De Orange Of Asia, alias Timnas Belanda-nya Asia.

Sering mengawali turnamen dengan penampilan memukau, permainan fantastis, super agresif, banyak meraih kemenangan di babak penyisihan, namun selalu gagal di partai grand final. Persis dengan nasib negeri Kincir Angin di Eropa sana.

Timnas Garuda (Indonesia) - foto tribunnews.com

Selama keikutsertaan di ajang Piala AFF, kita sebenarnya sukses melangkah ke final selama empat kali. Bahkan, pada tahun 2000, 2002, dan 2004 kita tiga kali berturut-turut menembus partai puncak itu. Selain edisi tahun 2010 yang menjadi partai final terakhir bagi Indonesia.

Namun, justru ironisnya selama empat kali itu pula, Indonesia selalu kalah dalam perebutan gelar juara.

The specialist of runner up. Begitu julukan yang melekat dengan timnas Merah Putih saat ini.

*****

Lengkap sudah momok Indonesia di grup A Piala AFF 2016. Banyak yang menyebut ini adalah Grup Neraka. Jauh lebih berat dibanding grup B yang dihuni tuan rumah Myanmar, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.

Sore 19 November 2016 ini, pertandingan pembukaan Piala AFF 2016 akan mempertemukan juara bertahan Thailand melawan Indonesia. Sebuah partai Suwe Ora Jamu (lama tak bersua) antar kedua negara yang menjadi musuh bebuyutan dalam persepakbolaan Asia Tenggara.

Pertandingan ini boleh dibilang ibarat pertarungan David dan Goliath. Kekuatan The War Elephant diatas kertas tentunya jauh melebihi Garuda. Dari sisi teknis, materi pemain hingga persiapan kedua tim, seperti bumi dan langit.

Partai sore nanti adalah pertemuan yang ke-64 antara Indonesia dan Thailand. Selama bersua dengan negeri Gajah Putih, kita hanya mampu menang sebanyak 17 kali, dan imbang 17 kali. Sementara mereka sukses mengungguli kita dengan 29 kemanangan. Pantas kalau lagi-lagi kita merasa ngeri, miris dan pasrah.

Iya, Thailand memang luar biasa.

Tetapi jangan lupa, tiga tahun silam ketika gelaran Piala AFF U19 menjadi pengobat dahaga juara bagi timnas Garuda, kita mampu mengalahkan Thailand dengan skor 3-1.

Ketika itu, Evan Dimas (yang kini menghuni skuad timnas senior Garuda) mampu membuktikan bahwa tidak ada kekuatan di dunia ini yang tidak bisa dikalahkan. Indonesia bukan hanya menumbangkan Thailand, tetapi juga sukses menjadi juara Piala AFF U19.

Nah, bukan mustahil jika sore ini pertandingan David melawan Goliath akan dimenangkan oleh petarung yang dianggap lemah kekuatannya.

Ingat, diatas langit masih ada langit. The War Elephant memang superior, tetapi mereka bukanlah kumpulan malaikat atau pemain-pemain dari planet lain. Sekecil apapun peluang Garuda, jika jeli memanfaatkan, tentu akan membuahkan hasil yang dapat menjungkirbalikkan prediksi banyak orang.

Semoga keajaiban dan mukjizat akan menyertai tim nasional Indonesia. Jayalah negeriku, seribu persen hati saya untukmu.

Salam Merah Putih.

( Heru Sang Mahadewa)
Member Of OneDayOnePost

4 komentar:

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *