Senin, 10 Juli 2017

AFF U 15 - AJANG PENGEMBALIAN NAMA BESAR INDONESIA


All head coach team AFF Cup U 15 - PSSI image



Terlanjur basah, kenapa tidak sekalian mandi? Kalimat ini mungkin pas ditujukan untuk tim nasional Indonesia U 16.

Iya, sebulan setelah sukses menjadi jawara di turnamen Tien Phong Plastic 2017 di Vietnam, tim besutan Fachri Husaini kembali akan turun dalam kejuaran antar negara ASEAN, Piala AFF U 15. Kepalang tanggung, sekalian saja kita menargetkan gelar juara.

Dalam ajang bergengsi yang dihelat di Thailand mulai 9 – 22 Juli 2017, Garuda Asia (julukan tim nasional Indonesia junior) berada dalam grup A. Grup yang dianggap banyak kalangan sebagai grup neraka ini mempertemukan Indonesia, Australia, Laos, Myanmar, Singapura dan tuan rumah Thailand.

Sementara di Grup B, bercokol Vietnam, Kamboja, Timor Leste, Malaysia, Brunei Darussalam dan Philipina.

Meski ada dua negara yang memiliki nama besar di fase kualifikasi grup A, bukan berarti peluang Garuda Asia tertutup. Tim nasional kelompok umur 19 tahun ke bawah selalu memberi harapan yang lebih kepada pecinta bola di tanah air.

Gelar juara AFF U 19 tahun 2013, Gothia Cup U 12 tahun 2016, dan terakhir jawara Tien Phong Plastic 2017 adalah serentetan bukti bahwa tim nasional junior kita masih memiliki taji untuk berprestasi di kejuaraan internasional.

Hasil uji coba yang meyakinkan dengan membantai Singapore 4-0, lalu menghempaskan Philipina 2-0 kian melambungkan mimpi pendukungnya. Sebuah ekspektasi yang bukan impossible tentunya.

Thailand boleh membusungkan dada karena faktor keuntungan sebagai tuan rumah. Tetapi, negeri yang selalu menjadi pesaing utama bagi Indonesia di setiap turnamen regional ASEAN itu baru membentuk tim dalam waktu 2 minggu ini.

Australia juga boleh membusungkan dada sebagai juara bertahan kejuaraan AFF U 15. Namun, Indonesia memiliki track record baik jika tampil di turnamen sepakbola junior dengan menghadapi negeri-negeri pemain berkulit putih.

Sementara, Singapura, Laos dan Myanmar tentu tidak sehebat dua negara lainnya. Meski kita tidak boleh memandang sebelah mata.

Berikut adalah profil Garuda Asia (julukan tim nasional Indonesia junior) beserta para kompetitornya di grup A kualifikasi AFF Cup U15:

INDONESIA
Tim besutan legenda sepakbola Indonesia, Fachri Husaini, baru dibentuk dalam waktu 3 bulan. Materi yang kebanyakan dihuni anak-anak bangsa berusia 15 tahun ini mendadak membuat kejutan luar biasa.

Tim Nasional Indonesia U 15/16 - PSSI image

Serangkaian uji coba yang dilakukan Garuda Asia U 15, memberikan harapan tinggi kepada 200 juta rakyat Indonesia. Philipina digulung 2-0, kemudian Singapura dibantai 4-0 dalam laga persahabatan di stadion Maguwoharjo, Sleman dan stadion Pakansari, Bogor.

Berlanjut ke turnamen Tien Phong Plastic Vietnam 2017 bulan Juni lalu, setelah berhasil menahan imbang tuan rumah Vietnam, Garuda Asia menghajar Myanmar 4-1. Kemudian di partai terakhir menghajar China Taipe 11 gol tanpa balas.

Garuda Asia pun menatap AFF U 15 tahun 2017 ini dengan status juara turnamen Tien Phong Plastic. Sebuah prestasi yang layak untuk dijadikan alasan menempatkan Indonesia sebagai salah satu favorit juara.


THAILAND
Negeri Gajah Putih masih menjadi kekuatan superior di kancah sepakbola Asia Tenggara. Hampir di segala kejuaraan, gelar juara selalu lekat dengan negara pengoleksi trophi terbanyak AFF U 15.

Sejak digelar mulai tahun 2002, Thailand sudah 3 kali tampil sebagai juara. Gelar itu mereka sabet pada tahun 2007, 2011 dan terakhir 2015.

Tim Nasional Thailand U 15/16 - google image

Kini, dengan status sebagai tuan rumah, Thailand tetap menjadi negeri yang difavoritkan menjadi juara AFF Cup U15 tahun 2017 ini. Bila itu berhasil mereka wujudkan, maka prestasi timnas junior Gajah Putih akan menyamai tim nasional senior yang baru saja menjuarai ajang AFF Cup 2017, setelah dalam head to head partai gand final mengalahkan tim nasional Garuda Indonesia.

Namun, kelemahan tim nasional Thailand U 15 kali ini adalah minimnya persiapan. Tim inti baru terbentuk dalam waktu 2 minggu menjelang turnamen antar bangsa ASEAN.


AUSTRALIA
Sejak diterima bergabung dengan AFC dan AFF, Australia menjadi pesaing baru bagi tim sepakbola negara-negara ASEAN.

Negeri Kanguru sengaja membidik kawasan Asia Tenggara untuk memudahkan laju mereka dalam memperoleh tikat Piala Dunia. Ketika masih bergabung di Federasi Sepakbola Pasifik, Australia senantiasa terhenti saat berhadapan dengan wakil zona Amerika Latin. AFF dan AFC pun dianggap region yang menjanjikan.

Sesi latihan tim nasional Australia U 15/16 - topskor image

Terbukti, Australia telah mengoleksi 2 gelar AFF Cup U 15 yang mereka raih pada tahun 2008 dan 2016. Kini, mereka datang ke kejuaraan ini dengan satus juara bertahan. Tim nasional negeri Kanguru juga ditangani pelatih yang berstatus sebagai mantan pemain Midlebrough, klub peserta English Premier League.


SINGAPURA
Tidak banyak yang bisa diperbuat oleh negeri Singa dalam segala kejuaraan sepakbola junior di region Asia Tenggara.

Tim nasional Singapura U 15/16 - google image

Selama keikutsertaan Singapura di AFF Cup U 15, mereka lebih sering kandas di babak kualifikasi grup. Prestasi terbaik mereka adalah ketika berhasil menembus babak empat besar pada tahun 2008 dan 2011.


MYANMAR
Dalam lima tahun terakhir, negeri yang dulu bernama Burma bangkit di sektor sepakbola. Myanmar yang dahulu pernah menjadi kekuatan superior asia, kembali menjadi kekuatan baru di Asia Tenggara.

Sukses terbesar mereka adalah ketika tim nasional Myanmar U 19 berhasil lolos ke ajang Piala Dunia U 20 tahun 2014.

Tim nasional Myanmar U 15/16 - google image

Sementara, tim nasional U 15 Myanmar juga tidak kalah menggeliat. Selama kiprah mereka dalam kejuaraan AFF Cup U 15, dua gelar juara telah berhasil diraih pada tahun 2002 dan 2005.

Myanmar, meski pernah dibantai Indonesia dalam ajang Tien Phong Plastic Vietnam 2017, tetap menjadi salah negara yang layak difavoritkan menjadi juara.


LAOS
Sama dengan negeri serumpunnya, Myanmar, sepakbola Laos juga menggeliat, tumbuh menjadi kekuatan baru di Asia Tenggara.

Tim nasional Laos U 15/16 - google image

Meski belum pernah mengenyam gelar juara dalam semua kejuaraan sepakbola ASEAN, tetapi Laos selalu menyulitkan tim-tim favorit juara. Kerap kali, mereka tampil sebagai batu sandungan negara superior.

Selama kiprah mereka di AFF U 15, prestasi terbaik Laos adalah berhasil tampil sebagai runner-up sebanyak 3 kali. Gelar juara kedua itu diraih pada tahun 2002, 2007 dan 2011.

-o0o-

Melihat peta kekuatan lawan, juga hasil pertandingan saat uji coba maupun pada turnamen Tien Phong Plastic Vietnam, anak asuh Fachri Husaini tetap masih memiliki taring untuk bersaing dengan kompetitornya.

Inilah ajang bagi Indonesia untuk mengembalikan nama besar, setelah sempat terasingkan di kancah internasional akibat konflik internal.

Bravo Merah Putih.

(Heru Sang Mahadewa)
Member of One Day One Post

2 komentar:

  1. setelah thailand, malaysia, kini australia lawan terberat , tapi bola itu bundar, menang dan kalah statis, mas. bravo untuk tim garuda meraputih kita

    BalasHapus

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *