Sabtu, 08 Juli 2017

PENUTURAN ULANG SERAT CENTHINI JILID I (12)



ilustrasi gambar: Yayasan Wacana



POCUNG 13
Setelah lama menghadap Sang Prabu, telah disampaikankan semua, pesan Kanjeng Sunan Giri Prapen, tidak lama kemudian Sri Raja Mataram.

POCUNG 14
Berangkat mendatangi wilayah-wilayang Brang Wetan dan yang dituju pertama adalah, ke negeri Japan, seluruh Bupati, Brang Wetan telah berkumpul di Japan

POCUNG 15
Dikisahkan bahwa sang maha guru di Giri, telah mendengar kabar, bahwa Sang Prabu Mantawis (Mataram), mengepung para bupati yang berkumpul di Japan.

POCUNG 16
Telah dikerahkan pasukan untuk siap berperang, Kanjeng Sunan di  gunung Giri, mengirim utusan dengan membawa pesan tertulis, berangkatlah sepuluh orang ke Japan.

POCUNG 17
Sampai di Japan lalu berkumpul, pembesar Mataram, dan para Bupati dari Brang Wetan, setelah lengkap utusan Giri mengutarakan.

POCUNG 18
Duh para pembesar Mataram, dan para pembesar Brang Wetan semua, kedatanganku atas perintah, Kanjeng Sunan Giri Prapen untuk menyampaikan surat.

POCUNG 19
Aku bacakan biar semuanya jelas, perhatikanlah semua, isi yang telah ditulis, lalu utusan dari Giri maju ke tengah untuk membacakan surat.

POCUNG 20
Suratku Kanjeng Sunan Giri Prapen kukatakan, kepada putraku, Senopati Ing Mataram, juga putraku Pangeran Surabaya.

POCUNG 21
Seperti kabar yang telah kuterima tentang perang hingga titik darah penghabisan, yang kalian perebutkan, aku tidak merestuinya, akan banyak yang mati dengan sia-sia.

POCUNG 22
Kelak semua akan kembali ke hadapan Hyang Agung (Allah SWT), bukalah hati, baik dan buruk sudah digariskan, jangan menjemput takdir (kematian) itu jika memang belum waktunya.

POCUNG 23
Kembali gunakanlah budi pekerti yang mulia, agar kekal persaudaran, aku bawa sebuah peribahasa, bagai wadah dan isinya, pilih mana.

POCUNG 24
Aku sarankan kalian untuk memilih salah satu, isi atau wadah, setelah semua memilih, berjanjilah untuk setia kepada hati masing-masing.

POCUNG 25
Bersyukurlah terhadap segala takdir Allah Yang Maha Besar, yang menjadi pilihan-Nya, semua itu tidak bisa sama, segala keadaan yang terjadi di belakang nanti.

..................

BERSAMBUNG

-o0o-

Bagian sebelumnya, baca [ DI SINI ]
Bagian selanjutnya, baca [ DI SINI ]

Judul asli:
Suluk Tambangraras

Pengarang:
KGPAA Amengkunegara III (Sunan Pakubuwana V)
Raden Ngabehi Yasadipura II (Ranggawarsita I)
Raden Ngabehi Sastradipura (Ahmad Ilham)
Raden Ngabehi Ranggasutrasna

Dituturkan ulang oleh:
Heru Sang Mahadewa
(Member Of One Day One Post)

0 komentar:

Posting Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *