Rabu, 23 Maret 2016

MENEPIS KUTUKAN FINAL




Hari masih pagi, jam dinding masih menunjukkan tepat pukul 5 pagi. Deringan nada short message service dari ponsel tua memaksa saya yang sebelumnya masih bermalas-malasan di tempat tidurpun membuka mata.

“Cak, ayo budal golek tiket saiki, infone arek-arek tok GOR wis dibleki wong ewuan!” bunyi pesan dari Chandra, teman kerja saya.

“(Mas, ayo berangkat cari tiket sekarang, info dari anak-anak Gedung Olah Raga sudah diserbu ribuan orang!)”

“Susulen aku saiki”.

“(Jemput aku sekarang!)”

Sekitar 10 menit kemudian, Chandra sudah sampai di depan kontrakan saya. Perjalanan menuju stadion Gelora Delta kami tempuh sekitar 15 menit bersepeda motor.

Sampai di stadion saya tercengang. Matahari bahkan belum tampak, tetapi ribuan orang sudah tumpah ruah di depan loket. Padahal disitu terpampang jelas tempelan tulisan “Loket Buka Jam 9”. Luar biasa Indonesia! Animo masyarakat begitu besar untuk menyaksikan pertandingan final sepakbola Piala AFF 2013 antara Indonesia melawan Vietnam.

Ribuan orang yang semula tertib mulai terpancing emosinya ketika jam 9 loket belum juga dibuka. Aparat berseragam Brimob lengkap dengan pentungan / pemukul sudah membentuk barikade di depan loket.

Bisa dibayangkan, ketika loket nanti dibuka pasti ribuan massa yang mulai kepanasan seiring terik mentari yang kian naik akan langsung menyerbu kedepan loket. Sehingga chaos pasti tak akan terhindarkan.

Dugaan saya benar, begitu dua loket dibuka oleh panitia, sontak ribuan massa langsung berhamburan mendekat. Terjadi aksi saling dorong dan desak-desakan yang tak terkontrol. Beberapa orang terlihat jatuh dan terinjak pengantri yang lain. Beruntung tidak terjadi korban jiwa, karena segera ditolong oleh orang-orang disebelahnya.

Aparat yang dari pagi siaga di lokasi juga tak mampu berbuat banyak. Mereka hanya berteriak-teriak menenangkan. Sesekali ikut mendorong beberapa orang yang berusaha menerobos barikade itu. Atas pertimbangan situasi yang kian rusuh, akhirnya loket ditutup kembali.

Situasi semakin tak terkendali ketika barikade aparat akhirnya jebol oleh rangsekan ribuan orang, yang saling menyelamatkan diri. Bukan lagi bertujuan mendekat kearah loket.

Saya pun memilih menyingkir dari kerumunan. Beruntung saya bersama teman bisa melepaskan diri dari kerumunan. Di trotoar depan stadion Delta, kami duduk sambil menyalakan rokok, mencoba menenangkan diri setelah ikut terjebak dalam situasi chaos sesaat tadi.

Tak berselang lama, seorang pria berumur paruh baya menghampiri kami. Tampak ditangannya sudah tergenggam sebendel tiket.

“Suwidak ewu cak, timbangane koen uyel-uyelan tok loket, iki asli kok cak!”

“(Enam puluh ribu mas, daripada kamu berdesak-desakan di loket, dijamin asli ini mas)!” pria itu menawarkan tiket kepada kami, oh ternyata bapak ini seorang calo pikirku.

“Cek larange pak? regone tok tiket ae telung puluh ewu!”
“(Kok mahal sekali pak? harga di loket aja tiga puluh ribu!” sanggah Chandra, teman saya.

Terjadi tawar-menawar sesaat. Akhirnya kami menyerah dan memutuskan membeli tiket kepada bapak calo ini dengan harga 60 ribu rupiah. Padahal harga yang tercetak pada tiket itu hanya 30 ribu rupiah.

Ah, yang penting tiket sudah ditangan pikir saya. Biarlah ini menjadi rejeki bapak calo itu. Kapan lagi bisa menyaksikan dan mendukung timnas Garuda menjadi juara kalau bukan hari ini?

*********

Seharian itu semua media massa membahas jelang pertandingan final AFF Cup 2013. Selama dua puluh dua tahun, sejak terakhir kali menjuarai Sea Games 1991 di Filipina, timnas kita merah putih belum pernah sekalipun mengenyam gelar juara. Bahkan di tingkat ASEAN.

Indonesia seperti terkena kutukan final. Selalu tampil garang sepanjang turnamen yang mereka ikuti, namun selalu kalah di partai final saat memperebutkan posisi juara.

Serangkaian “kutukan partai final” yang terus menghantui kita diantaranya :

·        Final Sea Games 1997 : Indonesia kalah Adu Penalti 2-3 dari Thailand.
·        Final AFF Cup 2000 : Indonesia kalah 1-4 dari Thailand.
·        Final AFF Cup 2002 : Indonesia kalah Adu Penalti 1-4 dari Thailand.
·        Final AFF Cup 2004 : Indonesia kalah Aggregate 2-5 dari Singapura.
·        Final AFF Cup 2010 : Indonesia kalah Aggregate 2-4 dari Malaysia.
·        Final Sea Games 2011 : Indonesia kalah Adu Penalti 4-5 dari Malaysia.
·        Final H. Bolkiah Cup 2012 : Indonesia kalah 0-2 dari Brunei.
·        Final AFF U-16 2013 : Indonesia kalah Adu Penalti 2-3 dari Malaysia.

Asa dan harapan untuk mengakhiri mitos itu tumbuh, ketika dua hari sebelum final hari ini, timnas merah putih berhasil menumbangkan Malaysia. Negeri Jiran itu selama ini selalu menjadi momok bagi kita. Dengan menyingkirkan Malaysia di semifinal, artinya setengah dari mitos kutukan sudah kita tepis.

Maka malam nanti saatnya Indonesia melengkapi patahnya kutukan itu.

********


Sore harinya, kejadian chaos pagi tadi nyaris terulang lagi didepan pintu gerbang ekonomi. Pemicunya adalah kegeraman kami kepada Panpel yang tidak juga membukakan pintu gerbang saat pertandingan kick off pertama antara Laos – Timor Leste sudah dimulai. Padahal ribuan orang sudah berjuang susah payah untuk mendapatkan tiket.

Kembali terjadi desak-himpitan ribuan orang. Beruntung panitia cepat tanggap dan segera membuka gerbang.

Saya kembali tercengang saat memasuki stadion. Puluhan ribu orang memenuhi seluruh tribun stadion Delta. Tak ada satu kursi pun tersisa. Mereka yang biasanya terkotak-kotak oleh fanatisme kedaerahan dan klub kebanggaan kota masing-masing, hari itu bersatu demi Indonesia.

Kami begitu khidmad ikut menyanyikan Lagu Indonesia Raya saat opening ceremony.  Ketika pertandingan dimulai, selama 2 x 45 menit hingga perpanjangan waktu tak henti-hentinya kami berteriak, bersorak, dan bernyanyi memberikan semangat kepada para pemain Merah Putih.

Suasana menjadi kian mencekam ketika pertandingan harus ditentukan dengan adu tendangan penalti. Jantung terasa mengempis sekempis-kempisnya. Seluruh bagian yang ada pada tubuh saya bergemetar. Puluhan ribu penonton memilih bergandengan tangan dan berpelukan. Saling menguatkan, tak sanggup lagi untuk sekedar berdiri ditopang kedua kaki sendiri.

Mata saya seperti beku dan kaku, ketika penendang terakhir kita melangkah menuju titik putih 16 pass.

“Yok opo cak? wis po gurung?” tanya beberapa penonton disamping saya yang sengaja membalikkan badan karena tak sanggup memandang kearah lapangan.

“(Bagiamana mas? Sudah ditendang apa belum?”

"Gurung, sik katene iki."
"(Belum, masih mau ditendang ini"

Jebret .. ! gol dari tendangan terakhir timnas Merah Putih oleh Ilhamudin Armayn sontak disambut teriakan histeris dari seluruh penonton.

“Allahu Akbar .. Allahu Akbar!” kalimat Takbir menggema dan menggetarkan seisi stadion Delta Sidoarjo. Semua menangis, menjerit dan meneriakkan kalimat agung itu, bahkan tak jarang yang memekikkan kata “merdeka!”

Dahaga akan gelar juara selama 22 tahun telah terobati. Tim Nasional Indonesia benar-benar meneguhkan diri sebagai raja baru di Asia Tenggara. Kutukan final itu telah berakhir.

Beberapa waktu setelahnya, malam itu Sidoarjo menjadi lautan merah putih. Semua orang turun ke jalan membawa bendera, berpawai di sepanjang jalan di pusat kota Delta, menyambut kembalinya Sang Garuda.

Saya bangga dengan kemenangan Indonesia ini. Saya mencintai perjuangan ini.


#ODOP
#PostingHariKedelapanBelas
#PengalamanHidupPalingBerkesan

7 komentar:

  1. goooollll..aku cm seneng liat bila masuk ke gawang, meski ga tahu itu gawang milik siapa. Yg penting ada bila masuk aku teriak goal..hehehe

    BalasHapus
  2. goooollll..aku cm seneng liat bila masuk ke gawang, meski ga tahu itu gawang milik siapa. Yg penting ada bila masuk aku teriak goal..hehehe

    BalasHapus
  3. Hahahaa ..
    Ancene emak-emak senenge gol thok

    BalasHapus
  4. Hahahaa ..
    Ancene emak-emak senenge gol thok

    BalasHapus
  5. aku juga nggak terlalu ngerti sepak bola tapi ikut seneng Indonesia akhirnya bisa menang..hehehe

    BalasHapus
  6. Iyahh... saya ngga terlalu demen sepak boka, tapi pas pertandingan kmrn bener bener dag dig dug doarrrrr sampai lumpat lumpat ke atas mejaa... dwuh kebayang serunya pas nonton langsung di stadion

    BalasHapus
  7. wahh,, pengalamannya kereennn^^
    tiba2 rasanya mau bangett nnton timnas langsung😂

    BalasHapus

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *