Senin, 19 Juni 2017

4 FAKTA MENARIK DI BALIK KESUKSESAN GARUDA MUDA MENJUARAI TURNAMEN SEPAKBOLA DI VIETNAM


Ceremonial Championship Tien Phong Plastic Cup 2017 (Timnas Indonesia U16) - foto republika


Tidak banyak masyarakat Indonesia yang mungkin mengetahui, bahwa anak-anak bangsa yang tergabung dalam skuad timnas U16, berhasil mencetak peristiwa bersejarah pada 18 Juni 2017 kemarin.

Garuda muda sukses mengukir prestasi di stadion San Van Dong Hoa Xuan, Da Nang, Vietnam. Tim yang ditukangi legenda sepakbola merah putih, Fachri Husaini, menasbihkan diri sebagai nomor satu dalam turnamen bertajuk Tien Phong Plastic Vietnam 2017.

Turnamen yang digelar di negeri Vietkong itu diikuti empat negara. Selain Indonesia dan tuan rumah Vietnam, dua negara lain yang ikut bersaing unjuk kekuatan adalah Myanmar dan China Taipe (Taiwan).

Indonesia memastikan diri menjadi juara, setelah pada partai pamungkas, berhasil menenggelamkan China Taipe dengan skor spektakuler: 11– 0. Pada pertandingan sebelumnya, anak asuh Fachri Husaini juga berhasil menggulung Myanmar 4-0, lalu ditahan imbang tuan rumah Vietnam 1-1.

Ada empat fakta menarik dibalik keberhasilan timnas U16 merajai turnamen Tien Phong Plastic Vietnam 2016 di hadapan pendukung The Golden Star (julukan timnas Vietnam). Berikut adalah fakta-fakta tersebut:

Indonesia Adalah Momok Bagi Vietnam.
Belum hilang dari ingatan kita, di penghujung tahun lalu, timnas senior Indonesia berhasil lolos ke final piala AFF 2016. Sukses Garuda justru ditentukan di kandang timnas Vietnam kala itu, stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam.

The Golden Star dipaksa menangis di hadapan puluhan ribu pendukungnya, ketika pasukan merah putih mengkandaskan kiprah mereka di turnamen sepakbola antar negara ASEAN.

Jika kita telusur lagi ke belakang, pada tahun 2013, timnas Indonesia juga sukses menjuarai piala AFF U19 setelah pada laga final di stadion Delta Sidoarjo, menjungkalkan Vietnam melalui pertandingan dramatis adu penalti dengan skor 5-4.

Lebih jauh lagi ke memori satu dasawarsa silam, pada tahun 2004, Boaz Salossa muda dkk. pernah menghempaskan Vietnam dengan skor 3-0. Juga di stadion My Dinh, kota Hanoi, Vietnam.

Kini, untuk kesekian kalinya, Indonesia kembali menyulitkan Vietnam di turnamen Tien Phong Plastic 2016. Meski hasil akhir pertandingan adalah draw, tetapi sepanjang pertandingan 2 x 45 menit, pasukan garuda muda membuat the golden star junior jatuh bangun dan porak poranda.

Indonesia, masih menjadi tim yang selalu menakutkan bagi Vietnam.

Hanya Garuda Muda Yang Mampu Mengobati Dahaga Gelar Indonesia.
Semenjak Sea Games Manila, Filipina 1992, praktis dalam kurun waktu 22 tahun, Indonesia tidak pernah lagi mencicipi satu pun gelar juara di cabang sepakbola. Sebuah penantian panjang bagi rakyat Indonesia. Bagai musafir yang berjalan di gurun pasir nan luas dan tiada air setetes pun.

Dahaga gelar itu akhirnya terobati, ketika timnas U19, dibawah besutan Indra Safri berhasil menjuarai piala AFF.  Masyarakat pecinta bola tanah air, menyambut suka cita keberhasilan garuda muda. Meski, turnamen yang dijuarai hanya level timnas junior.

Momen kebangkitan sepakbola Indonesia sempat hancur kembali, ketika terjadi konflik antara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan Menpora. Footbal Internationale Federation and Asociation (FIFA) menjatuhkan sanksi banned kepada timnas garuda di semua kelompok umur. SK Menpora yang membekukan kepengurusan PSSI kala itu, dianggap sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap independensi induk organisasi sepakbola Indonesia.

Pertengahan tahun 2016, sanksi FIFA dicabut. Indonesia langsung menggebrak!

Timnas garuda senior menjadi runner up piala AFF 2016. Meski pada laga final dihempaskan Thailand, tetapi kiprah Indonesia yang berhasil menjungkalkan negara-negara favorit semacam Filipina, Singapura dan Vietnam, sudah cukup membuat pesaingnya bergidik.

Setahun setelah konflik berkepanjangan PSSI dan Menpora berakhir, timnas garuda kembali mengukir sejarah. Menjuarai turnamen Tien Phong Plastic 2016 di Vietnam.

Dua gelar dalam kurun waktu 25 tahun (sejak 1991) inilah yang hanya mampu dipersembahkan oleh pasukan garuda muda. Timnas U19 dan timnas U16.

Kemenangan Terbesar Indonesia Melawan Negara Asia Timur.
Dalam catatan pertemuan timnas sepakbola Indonesia melawan negara-negara ras mata sipit (Asia Timur), skor 11-0 melawan China Taipe kemarin adalah kemenangan terbesar sepanjang sejarah.

Indonesia pernah menang besar melawan China Taipe pada tahun 1968 dengan skor 10-1 saat berjumpa di kejuaraan Piala Merdeka. Setelah itu, kita selalu menjadi bulan-bulanan jika berhadapan dengan negara-negara ras kulit kuning seperti Jepang, Korea Selatan, China Taipe dan Hongkong.

Kemenangan 11-0 Hamsa Lestaluhu dkk. atas China Taipe kemarin, menjadi rekor baru, kemenangan terbesar timnas Indonesia di segala kelompok umur, menghadapi negara dari Asia Timur.

Panen Gelar Bagi Timnas U16 Dan Pemain.
Berhasil menjuarai turnamen Tien Phong Plastic 2016 di Vietnam, bukan berarti Indonesia hanya membawa pulang satu tropi saja.

Fachri Husaini berhasil menanamkan filosovi bermain apik, garang dan menakutkan lawan, tetapi tidak kasar menjurus brutal. Alhasil, timnas U16 terpilih juga sebagai tim paling fair play.

Tidak berhenti sampai dua tropi saja, dua pemain garuda muda juga menyabet penghargaan individual. Hamsa Lestaluhu dinobatkan sebagai the best player dalam turnamen ini. Sedangkan penyerang timnas U16, Rendy Juliansyah berhasil menjadi pencetak gol terbanyak, sehingga berhak menyandang gelar top scorer. Pengobrak-abrik gawang China Taipe itu sukses mengkoleksi 7 gol selama turnamen berlangsung.

Keseluruhan, pasukan garuda muda pulang ke tanah air dengan membawa 4 tropi sekaligus.

Pelatih timnas U16, Fachri Husaini, mendapat ucapan selamat dari panitia Tien Phong Plastic Cup 2017


Itulah fakta-fakta menarik yang menyertai keberhasilan timnas U16 kemarin. Kita tidak boleh jumawa. Meski kalau boleh jujur, pasukan anak asuh Fachri Husaini ini memberi harapan sebagai sebuah timnas masa depan yang tampak jauh lebih menjanjikan dibandingkan tim-tim pendahulunya.

Selamat buat timnas U16. Perjuangan belum selesai. Jalan untuk mengharumkan nama bangsa masih terjal. Turnamen AFF Cup U16 telah menunggu di depan mata.

Bravo Garuda Muda.

( Heru Sang Mahadewa)
Member Of One Day One Post

2 komentar:

  1. proud of them so much...Indonesia itu sebenarnya punya banyak insan berpotensi. terus bergelora Indonesiaku

    BalasHapus
  2. Selamat but timnas u16 😊😊😊

    BalasHapus

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *