Senin, 25 September 2017

PENUTURAN ULANG SERAT CENTHINI JILID I (24)


ilustrasi gambar: Yayasan Wacana


PUPUH XIII
SINOM 13
Jika bisa diperbaiki, hamba yang akan memperbaiki. Terkejut Pangeran Surabaya, mendengar ucapan sang istri. Bertanyalah dia dengan pelan, duh pujaanku, ratu paling bijak, ratu paling manis sebumi, bagaimana itu bisa menjadi keinginanmu.

SINOM 14
Prajurit kita sudah banyak yang gugur, yang tersisa sudah ciut nyalinya. Berkata dengan manis Kangjeng Ratu, besok Kangmas juga akan merelakan, andai saja, akan bisa memulihkan (tekad dan) kemauan. Maka begitu mendengarnya, Kangjeng Ratu dipeluk dengan lembut, sungguh adinda jimatnya Surabaya.

SINOM 15
Apa yang menjadi keinginanmu, aku pasrah, nantinya hanya sebagai darma, semua mendukung kepadamu adinda, apapun yang terjadi, kita siap menyerahkan jiwa raga. Tidak dikisahkan bagaimana berjalannya malam itu hingga pagi datang. Ratu Pandhansari telah berkumpul dengan suaminya.

SINOM 16
Di tenda-tenda yang dibangun pasukan Surabaya, Kangjeng Ratu Pandhansari berkata lembut, wahai semua prajuritku, tujuanku menghimpun pasukan ini, diutus kakanda Raja, dibekali busana dan uang, delapan ribu riyal lebih, banyak pakaian yang bagus-bagus beraneka warna.

SINOM 17
Semua itu kuberikan untuk kalian, bagilah yang merata. Semua prajurit pun telah mendapat bagian uang dan pakaian. Mereka bersuka cita, hati mereka menjadi besar kembali. Kangjeng Ratu Pandhansari kembali berkata, semua prajuritku yang telah menerima penghargaan.

SINOM 18
Telah terlihat kemantaban kalian, sungguh kehendak Gusti, ikut berjuang dalam perang, siap kalah dan terluka. Tujuan yang tak pernah tertinggal, sengsara dalam perjalanan (hidup), tak ada yang menunjukkan keberatan hati. Karena kemuliaan kalian itu, aku balas seratus kali lipat pun juga belum setara.

SINOM 19
Berpamrihlah untuk berani, permohonanku hanya penuhilah, tujuan sebagai kemuliaan, tanpa mengharap dalam mengabdi, memberi welas asih, sungguh itu sifat tidak luhur. Anak-anak Surabaya, sudah terbiasa menjadi simbol kemuliaan negara, meski harus terbawa dalam kesengsaraan dan penderitaan.

SINOM 20
Sungguh seperti memikul tugas yang berat, membela Gusti yang kita kasihi. Semakin mengalami kesengsaraan, diri kita justru bertemu, membawa ke dalam hal yang sebenarnya tidak baik. Jahat sekali diriku ini. Kalian yang sedang beruntung dan mulia menjadi rakyat, bahagia melihat anak-anak berkeluarga, tiba-tiba aku datang mengajak kalian untuk melakukan pekerjaan yang sengsara dan menyedihkan.

SINOM 21
Akhirnya menemui kesusahan, membujuk kalian untuk memenuhi kewajiban berperang, berapa yang mati tak terhitung, begitu inginnya berbhakti, membalas kepada Gusti, tak mendapat apa-apa kalian, aku dan Kakangmas (Pangeran Pekik), itu yang bersalah, berkelanan dalam membela kekuasaan.

SINOM 22
Andai saja jawaban kalian, telah menjalankan (kewajiban) dan memenuhi, akulah yang berhutang pada, tanda ketika perang, bertarung melawan para santri, dan prajurit sakti, seorang China yang menjadi mualaf, hingga kewibawaannya mengungguli, para prajurit Surabaya.

SINOM 23
Terkena kewibawaan, semua roboh. Sungguh aku terharu dalam hati, tak ada yang salah dari kalian, mungkin sudah kehendak dari Allah S.W.T. Nantinya Surabaya, dibuat berbeda dan butuh waktu lama untuk mampu bersuara (disegani) di Brang Wetan (Jawa belahan Timur), sepak terjang para prajurit, dan para punggawa pasukan Surabaya.

SINOM 24
Jiwa-jiwa yang setia, tidak pernah berhitung (takut) sakit dan kematian, tegar di medan perang, teguh tanpa memilih musuh, bantengnya tanah Jawa, telah mundur. Itu hanya sebutan di jaman dulu. Sedangkan sekarang, banyak yang enggan untuk berjuang hidup mati, seperti jaman dulu itu.

..................

BERSAMBUNG

-o0o-

Bagian sebelumnya, baca [ DI SINI ]
Bagian selanjutnya, baca [ DI SINI ]

Judul asli:
Suluk Tambangraras

Pengarang:
KGPAA Amengkunegara III (Sunan Pakubuwana V)
Raden Ngabehi Yasadipura II (Ranggawarsita I)
Raden Ngabehi Sastradipura (Ahmad Ilham)
Raden Ngabehi Ranggasutrasna

Dituturkan ulang oleh:
Heru Sang Mahadewa
(Member Of One Day One Post)

0 komentar:

Posting Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *